A.  ARTI SISTEM

            Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma), sistem merupakan suatu mekanisme kerja dalam berbagai bidang,Banyak pendapat- pendapat arti sistem yang dikemukakan oleh banyak pakar. Namun, apapun definisi yang dikemukakan suatu system perlu memiliki ciri.diantaranya Menurut (Suroso, 1993) ciri sistem terdapa sembilan butir diantaranya :

  1. Setiap sistem memiliki tujuan
  2. Setiap sistem mempunyai batas yang memisahkannya dari lingkungan.
  3. Walau mempunyai batas, system tersebut bersifat terbuka, dalam arti berinteraksi juga dengan lingkungannya
  4. Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem yang biasa disebut dengan bagian,unsur atau komponen.
  5. Walau sistem tersebut terdiri dari berbagai komponen, bagian, atau unsur-unsur, tidak berarti bahwa system
    tersebut merupakan sekedar kumpulan dari bagian-bagian, unsur, atau komponen tersebut, melainkan
    merupakan suatu kebulatan yang utuh dan padu, atau memiliki sifat “wholism”.
  6. Terdapat saling hubungan dan saling ketergantungan baik di dalam sistem (intern) itu sendiri, maupun antara sistem dengan lingkungannya.
  7. Setiap sistem melakukan kegiatan atau proses transformasi atau proses mengubah masukan menjadi Setiap sistem melakukan kegiatan atau proses transformasi atau proses mengubah masukan menjadi keluaran. Karena itulah maka system sering disebut juga sebagai “processor” atau “transformator”.
  8. Di dalam setiap sistem terdapat mekanisme control dengan memanfaatkan tersedianya umpan balik
  9. Karena adanya mekanisme control itu maka sistem mempunyai kemampuan untuk mengatur diri sendiri dan
    menyesuaikan diri dengan lingkungannya atau keadaan secara otomatik.

Dari sembilan butir tersebut yang dikatak oleh (Suroso, 1993), maka sistem pun dapat berjalan dengan lancar dan seimbang sehingga tidak akan terjadi kerancuan dalam sistem tersebut.

B.  PERKEMBANGAN SISTEM PEREKONOMIAN PADA UMUMNYA

Beberapa hambatan dalam system barter yang menyebabkan system barter sudah sulit sekali diterapkan saat ini :

  • Sulitnya menemukan kedua belah pihak yang memiliki keinginan yang sama
  • Sulitnya menentukan nilai komoditi yang akan dipertukarkan
  • Sulitnya melakukan pembayaran yang tertunda
  • Sulitnya melakukan transaksi dengan jumlah yang besa

Karena berbagai hambatan yang ada dalam system barter, kemudian para cendikiawan memikirikan suatu system perekonomian yg dapat digunakan dengan mudah oleh Indonesia. Seperti dibawah ini :

  •   SISTEM PEREKONOMIAN PASAR

      System ini ditemukan oleh ahli ekonomi yaitu Adam Smith yang berdasar dari paham kebebasan yang kemudian ditulis kedalam sebuah buku yang berjudul The Theory of Sentiments ( 1759 ). Paham kebebasan ini sejalan dengan kaum klasik diaman mereka menganut sebuah paham Laissez faire, yang menghendaki kebebasan melakukan kegiatan ekonomi dengan seminim mungkin campur tangan pemerintah.

Dasar pemikiran dari kaum klasik yaitu :

  1. Hukum ‘SAY’, yang mengatakan bahwa setiap komoditi yang diproduksi, tentulah ada yang yang membutuhkannya.
  2. Harga setiap komoditi bersifat fleksibel

Karakteristik  dari system ekonomi liberal adalah :

  1. Faktor – factor produksi dikuasai oleh pihak swasta ( tanah, modal tenaga kerja kewirausahaan )
  2. Pengambilan keputusan ekonomi bersifat desentralisasi ( diserahkan kepada mekanisme pasar yang berlaku )
  3. Rangsangan insentif berupa materi dimaksudkan sebagai sarana memotivasi pelaku ekonomi

Tanggung jawab pemerintah dalam system perekonomian liberal menurut suroso ( 1993 ) :

  1. Melindungi masyarakat dari ketidak adilan dari anggota masyarakat lain
  2. Mendirikan dan memelihara insititusi yang tidak dapat dibuat oleh perorangan
  3. Mendirikan badan hukum yang dapat diandalkan

 

  •  SISTEM PEREKONOMIAN PERENCANAAN ( ETATISME / SOSIALIS )

System ini dicetuskan oleh karl max yang di ilhami dari penderitaan kaum buruh pada saat itu yang disebabkan oleh kaum kapitalis.

Sistem sosialis itu terdiri dari :

System sosialis pasar dengan karakteristik :

  1. Factor – factor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah / Negara.
  2. Rangsangan dan insentif diberikan berupa material dan moral sebagai sarana motivasi bagi pelaku ekonomi.

System sosialis terencana dengan karakteristik :

  1. Factor – factor produksi dimilik dan dikuasai oleh pihak pemerintah / Negara.
  2. Pengambilan keputusan ekonomi bersifat sentralisasi dengan dikoordinasi secara terencana
  3. Rangsangan dan insentif diberikan berupa material dan moral sebagai sarana motivasi bagi pelaku ekonomi.
  •  SISTEM EKONOMI CAMPURAN

      Sistem ekonomi campuran adalah kombinasi logis dari ketidak sempurnaan dari system ekonomi  liberal maupun etatisme sehingga banyak Negara yang mengggunakan system ekonomi campuran ini. System campuran sendiri mencoba menggabungkan kebaikan dari system ekonomi liberal dan etatisme seperti menyarankan campur tangan pemerintah secara aktif dalam kebebasan pihak swasta melaksanakan kegiatan ekonominya.

C.  PERKEMBANGAN SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

  • Perkembangan system ekonomi sebelum orde baru

     Demokrasi ekonomi adalah suatu bentuk ekonomi baru yang dinamakan sebagai suatu system ekonomi pancasila yang di dalamnya mengandung unsur penting. Menurut UUD 1945, system perekonomian Indonesia tercermin dalam pasal – pasal 23, 27, 33, 34.

Demokrasi ekonomi dipilih karena memiliki cirri positif diantarnya ( suroso 1993 ) :

  • Pereknomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan
  • Cabang – cabang produksi yang penting dan mengandung hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara
  • Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatnnya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat

Dengan demikian di Indonesia tidak dibenarkan adanya free fight liberalism ( kebebasan usaha yang tidak terkendali ), etatisme (pemerintah terlalu dominan ) serta adanya monopoli ( pemusatan kekuatan ekonomi ).

D.  PARA PELAKU EKONOMI INDONESIA

Dalam ekonomi mikro kita mengenal :

  1. Pemilik factor produksi
  2. Konsumen
  3. Produsen

Dalam ekonomi makro kita mengenal :

  1. Sector rumah tangga
  2. Sector swasta
  3. Sector pemerintah
  4. Sector luar negeri

Sesuai dengan konsep trilogy pembangunan ( Pertumbuhan, Pemerataan, dan kestabilan Ekonomi ) maka masing – masing pelaku tersebut memiliki prioritas fungsi sebagai berikut :

  1. Koperasi                      : Pemerataan hasil ekonomi, pertumbuhan kegiatan ekonomi, kestabilan

 yang mendukung kegiatan ekonomi.

  1.  Swasta                                    : pertumbuhan kegiatan ekonomi, pemerataan hasil ekonomi, kestabilan

  yang mendukung kegiatan ekonomi.

  1. Pemerintah BUMN      : Kestabilan yang mendukung kegiatan ekonomi, pemerataan hasil

                                      ekonomi, pertumbuhan kegiatan ekonomi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s