BAB 1                                 

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

  1. A.     ARTI SISTEM

            Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma), sistem merupakan suatu mekanisme kerja dalam berbagai bidang,Banyak pendapat- pendapat arti sistem yang dikemukakan oleh banyak pakar. Namun, apapun definisi yang dikemukakan suatu system perlu memiliki ciri.diantaranya Menurut (Suroso, 1993) ciri sistem terdapa sembilan butir diantaranya :

  1. Setiap sistem memiliki tujuan
  2. Setiap sistem mempunyai batas yang memisahkannya dari lingkungan.
  3. Walau mempunyai batas, system tersebut bersifat terbuka, dalam arti berinteraksi juga dengan lingkungannya
  4. Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem yang biasa disebut dengan bagian,unsur atau komponen.
  5. Walau sistem tersebut terdiri dari berbagai komponen, bagian, atau unsur-unsur, tidak berarti bahwa system
    tersebut merupakan sekedar kumpulan dari bagian-bagian, unsur, atau komponen tersebut, melainkan
    merupakan suatu kebulatan yang utuh dan padu, atau memiliki sifat “wholism”.
  6. Terdapat saling hubungan dan saling ketergantungan baik di dalam sistem (intern) itu sendiri, maupun antara sistem dengan lingkungannya.
  7. Setiap sistem melakukan kegiatan atau proses transformasi atau proses mengubah masukan menjadi Setiap sistem melakukan kegiatan atau proses transformasi atau proses mengubah masukan menjadi keluaran. Karena itulah maka system sering disebut juga sebagai “processor” atau “transformator”.
  8. Di dalam setiap sistem terdapat mekanisme control dengan memanfaatkan tersedianya umpan balik
  9. Karena adanya mekanisme control itu maka sistem mempunyai kemampuan untuk mengatur diri sendiri dan
    menyesuaikan diri dengan lingkungannya atau keadaan secara otomatik.

Dari sembilan butir tersebut yang dikatak oleh (Suroso, 1993), maka sistem pun dapat berjalan dengan lancar dan seimbang sehingga tidak akan terjadi kerancuan dalam sistem tersebut.

  1. PERKEMBANGAN SISTEM PEREKONOMIAN PADA UMUMNYA

Beberapa hambatan dalam system barter yang menyebabkan system barter sudah sulit sekali diterapkan saat ini :

  • Sulitnya menemukan kedua belah pihak yang memiliki keinginan yang sama
  • Sulitnya menentukan nilai komoditi yang akan dipertukarkan
  • Sulitnya melakukan pembayaran yang tertunda
  • Sulitnya melakukan transaksi dengan jumlah yang besa

Karena berbagai hambatan yang ada dalam system barter, kemudian para cendikiawan memikirikan suatu system perekonomian yg dapat digunakan dengan mudah oleh Indonesia. Seperti dibawah ini :

SISTEM PEREKONOMIAN PASAR

      System ini ditemukan oleh ahli ekonomi yaitu Adam Smith yang berdasar dari paham kebebasan yang kemudian ditulis kedalam sebuah buku yang berjudul The Theory of Sentiments ( 1759 ). Paham kebebasan ini sejalan dengan kaum klasik diaman mereka menganut sebuah paham Laissez faire, yang menghendaki kebebasan melakukan kegiatan ekonomi dengan seminim mungkin campur tangan pemerintah.

Dasar pemikiran dari kaum klasik yaitu :

  1. Hukum ‘SAY’, yang mengatakan bahwa setiap komoditi yang diproduksi, tentulah ada yang yang membutuhkannya.
  2. Harga setiap komoditi bersifat fleksibel

Karakteristik  dari system ekonomi liberal adalah :

  1. Faktor – factor produksi dikuasai oleh pihak swasta ( tanah, modal tenaga kerja kewirausahaan )
  2. Pengambilan keputusan ekonomi bersifat desentralisasi ( diserahkan kepada mekanisme pasar yang berlaku )
  3. Rangsangan insentif berupa materi dimaksudkan sebagai sarana memotivasi pelaku ekonomi

 

Tanggung jawab pemerintah dalam system perekonomian liberal menurut suroso ( 1993 ) :

  1. Melindungi masyarakat dari ketidak adilan dari anggota masyarakat lain
  2. Mendirikan dan memelihara insititusi yang tidak dapat dibuat oleh perorangan
  3. Mendirikan badan hukum yang dapat diandalkan

 

SISTEM PEREKONOMIAN PERENCANAAN ( ETATISME / SOSIALIS )

System ini dicetuskan oleh karl max yang di ilhami dari penderitaan kaum buruh pada saat itu yang disebabkan oleh kaum kapitalis.

Sistem sosialis itu terdiri dari :

System sosialis pasar dengan karakteristik :

  1. Factor – factor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah / Negara.
  2. Rangsangan dan insentif diberikan berupa material dan moral sebagai sarana motivasi bagi pelaku ekonomi.

System sosialis terencana dengan karakteristik :

  1. Factor – factor produksi dimilik dan dikuasai oleh pihak pemerintah / Negara.
  2. Pengambilan keputusan ekonomi bersifat sentralisasi dengan dikoordinasi secara terencana
  3. Rangsangan dan insentif diberikan berupa material dan moral sebagai sarana motivasi bagi pelaku ekonomi.

 

SISTEM EKONOMI CAMPURAN

      Sistem ekonomi campuran adalah kombinasi logis dari ketidak sempurnaan dari system ekonomi  liberal maupun etatisme sehingga banyak Negara yang mengggunakan system ekonomi campuran ini. System campuran sendiri mencoba menggabungkan kebaikan dari system ekonomi liberal dan etatisme seperti menyarankan campur tangan pemerintah secara aktif dalam kebebasan pihak swasta melaksanakan kegiatan ekonominya.

 

  1. C.     PERKEMBANGAN SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

 

  • Perkembangan system ekonomi sebelum orde baru

     Demokrasi ekonomi adalah suatu bentuk ekonomi baru yang dinamakan sebagai suatu system ekonomi pancasila yang di dalamnya mengandung unsur penting. Menurut UUD 1945, system perekonomian Indonesia tercermin dalam pasal – pasal 23, 27, 33, 34.

Demokrasi ekonomi dipilih karena memiliki cirri positif diantarnya ( suroso 1993 ) :

  • Pereknomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan
  • Cabang – cabang produksi yang penting dan mengandung hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara
  • Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatnnya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat

Dengan demikian di Indonesia tidak dibenarkan adanya free fight liberalism ( kebebasan usaha yang tidak terkendali ), etatisme (pemerintah terlalu dominan ) serta adanya monopoli ( pemusatan kekuatan ekonomi ).

  1. D.     PARA PELAKU EKONOMI INDONESIA

 

Dalam ekonomi mikro kita mengenal :

  1. Pemilik factor produksi
  2. Konsumen
  3. Produsen

Dalam ekonomi makro kita mengenal :

  1. Sector rumah tangga
  2. Sector swasta
  3. Sector pemerintah
  4. Sector luar negeri

Sesuai dengan konsep trilogy pembangunan ( Pertumbuhan, Pemerataan, dan kestabilan Ekonomi ) maka masing – masing pelaku tersebut memiliki prioritas fungsi sebagai berikut :

  1. Koperasi                      : Pemerataan hasil ekonomi, pertumbuhan kegiatan ekonomi, kestabilan

 yang mendukung kegiatan ekonomi.

  1.  Swasta                                    : pertumbuhan kegiatan ekonomi, pemerataan hasil ekonomi, kestabilan

  yang mendukung kegiatan ekonomi.

  1. Pemerintah BUMN      : Kestabilan yang mendukung kegiatan ekonomi, pemerataan hasil

                                      ekonomi, pertumbuhan kegiatan ekonomi

 

 

BAB 2

PERKEMBANGAN STRATEGI DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA

 

  1. A.     MACAM – MACAM STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI

      Factor penentu jalannya proses pertumbuhan / strategi pembangunan ekonomi diantaranya :

      STRATEGI PERTUMBUHAN

      Inti dari konsep strategi ini adalah :

ü Strategi pembangunan ekonomi Negara terpusat pada upaya pembentukan modal serta bagaimana caranya menanamkan secara seimbang terarah dan memusat sehingga dapat member efek pada pertumbuhan ekonomi

ü Pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat ke bawah ( trickle down effect )

ü Jika terjadi ketimpangan atau ketidak merataan itu hal wajar Karen menjadi syarat terciptanya pertumbuhan ekonomi.

 

     STRATEGI PEMBANGUNAN DENGAN PEMERATAAN

     Inti dari konsep strategi ini pada peningkatan penekanan pembangunan melalui teknik social

     engineering.

     STRATEGI KETERGANTUNGAN

     Inti dari konsep strategi ketergantungan ialah :

ü Kemiskinan di dalam Negara – Negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan Negara tersebut dari pihak / Negara lainnya.

 

    STRATEGI YANG BERWAWASAN RUANG

Strategi ini dikemukakan oleh myrdall dan Hirschman, yang mengemukakan  kurang mampunya daerah miskin.menurut mereka hal ini disebabkan oleh, kemampuan pengaruh menyebar dari kaya ke miskin ( spread effects ) lebih kecil daripada terjadinya aliran sumber daya dari daerah miskin ke daerah orang kaya.

 

     STRATEGI PENDEKATAN KEBUTUHAN POKOK

Sasaran dari strategi ini adalah menanggulangi kemiskinan secara massal.

  1. B.     FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI

     Apa tujuan yang hendak dicapai ?

     Jika tujuan yang hendak dicapai adalah menciptakan masyarakat yang mandiri, maka strategi ketergantungan lah yang mungkin akan dipakai. Jika tujuan yang ingin dicapai adalah pemerataan pembangunan, maka strategi yang ber wawasan ruang lah yang akan digunakan.

  1. C.     STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA

      Sebelum orde baru strategi pembangunan Indonesia secara teori telah diarahkan pada usaha pencapaian laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun nampak adanya kecendrungan lebih menitik beratkan pada tujuan – tujuan politik dan kurang memperhatikan pembangunan ekonomi.

      Sedangkan pada awal orde baru, strategi pembangunan Indonesia lebih diarahkan pada tindakan pembersihan dan perbaikan kondisi ekonomi yang mendasar, terutama untuk menekan laju inflasi yang tinggi ( hyper inflasi ).

      Strategi – strategi tersebut kemudian dipertegas dengan ditetapkannya sasaran – sasaran dan titik berat setiap REPELITA yakni :

      REPELITA I          : Meletakkan titik berat pada sector pertanian dan industry yang mendukung sector pertanian dan meletakkan landasan yang kuat untuk tahap selanjutnya.

      REPELITA II         : meletakkan titik berat pada sector pertanian dengan meningkatkan industry yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku dan meletakkan landasan yang kuat untuk tahap selanjutnya.

      REPELITA III        : meletakkan titik berat pada sector pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industry yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi serta meletakkan landasan yang kuat untuk tahap selanjutnya.

      REPELITA IV        : meletakkan titik berat pada sector pertanian menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industry yang dapat menghasilkan hasil – hasil industry sendiri.

                

 

 

 

 

  1. D.               PERENCANAAN PEMBANGUNAN

 

Definisi perencanaan pembangunan menurut Bintoro Tjokroamidjojo ialah :

  1. Adanya perencanaan diharapkan terdapatnya pengarah kegiatan
  2. Dengan perencanaan maka dapat dilakukan suatu perkiraan terhadap hal – hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui
  3. Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih cara terbaik
  4. Dengan adanya perencanaan maka dapat dilakukan penyusunan skala prioritas, serta adanya suatu alat ukur untuk mengadakan suatu evaluasi dan pengawasan.
  5. Dengan perencanaan dapat dicapai stabilitas ekonomi, menghadapi siklis konjungtur

 

        Lembaga perencanaan yang ada di Indonesia :

  1. BAPPENAS ( Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ) merupakan lembaga  pemerintah non departemen yang bertanggung jawab langsung pada pemerintah.
  2. BAPPEDA tingkat I untuk perencanaan tingkat1 ( Propinsi  sedangakan BAPPEDA tingkat 2 untuk melakukan perencanaan tingkat II ( Kabupaten dan Kotamadya )

 

 

BAB 3

PETA PEREKONOMIAN INDONESIA

 

  1. A.     KEADAAN GEGORAFIS INDONESI

 

Kenyataan pertama yang harus diakui adalah bahwa Indonesia merupakan Negara kepulauan, dengan luas keseluruhan +/- 195 sampai dengan 200 juta ha.

 

Kenyataan kedua adalah, bahwa Indonesia hanya mengenal 2 musim. Dengan kondisi iklim yang demikian itu menyebabkan beberapa produk hasil bumi dan industry menjadi sangat spesifik sifatnya.

 

Kenyataan ketiga adalah, Negara Indonesia kaya akan bahan tambang. Salah satu jenis tambang kita yaitu minyak bumi pernah menjadikan Negara Indonesia memperoleh dana pembangunan yang sangat besar sehingga pada saat itu kita berani menetapkan target pertumbuhan ekonomi kita sebesar 7,5 % ( Repelita II )

 

Kenyataan keempat adalah, bahwa wilayah Indonesia menempati posisi yang sangat strategis, terletak diantara dua benua dan dua samudra dengan segala perkembangannya.

 

  1. B.     MATA PENCHARIAN

 

  • Pertama mata pencharian penduduk Indonesia sebagian besar masih berada di sector pertanian ( agraris )
  • Kedua kontribusi pertanian terhadap GDP ( Gross Domestic Product ) secara absolute masih dominan bila dibandingkan dengan sector lain yang menampakkan adanya penurunan dalam hal prsentase.
  • Yang perlu di waspadai dalam sector pertanian ini adalah, bahwa komoditi yang dihasilkan dari sector ini relative tidak memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga tidak dapat bersaing dengan komoditi yang dihasilkan sector lain. Jika ini tidak segera ditindaklanjuti maka menjadi benarlah teori ketergantungan, bahwa spread effect ( kekuatan menyebar ) akan lebih kecil dari back wash effect ( mengalirnya sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya ).

Langkah – langkah yang dapat ditempuh untuk mengatasi diantaranya adalah :

  1. Memperbaiki pola kehidupan penduduk / petani dengan pola pembinaan, pembangunan sarana dan prasarananya dalam bidang pertanian
  2. Meningkatkan nilai tambah komoditi pertanian
  3. Mencoba mengembangkan kegiatan agribisnis
  4. Menunjang kegiatan transmigrasi

 

  1. C.     SUMBER DAYA MANUSIA

 

Sebagai salah satu Negara yang masih berkembang Indonesia memang menghadapi masalah sumber daya manusia, diantaranya :

 

  • Pertumbuhan penduduk yang masih tinggi
  • Penyebaran yang kurang merata
  • Kurang seimbangnya struktur dan komposisi penduduk

Pertumbuhan penduduk yang tinggi akan menimbulkan banyak masalah bagi Negara, jika tidak diikuti dengan pertumbuhan produksi dan efisiensi dibidang lainnya. Adapun tindakan – tindakan yang dapat dan telah dilakukan pemerintah adalah :

ü  Melaksanakan program keluarga berencana yang diharapkan melalui program ini dapat mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

ü  Meningkatkan mutu sumber daya manusia ( dengan pendidikan formal maupun informal ) yang telah ada

Penyebaran penduduk yang tidak merata menyebabkan tidak seimbanya kekuatan ekonomi secara umum dan akibatnya akan terjadi terpusatnya modal di daerah tertentu saja ( P. Jawa ). Beberapa tindakan yang dapat dan telah dilakukan pemerintah adalah :

  1. Penyelenggaran program transmigrasi sehingga akan terjadi program pemerataan sumber daya ke daerah – daerah yang masih membutuhkan
  2. Memperbaiki dan menciptakan lapangan – lapangan kerja baru di daerah – daerah tertinggal

Komposisi penduduk yang tidak seimbang dapat menimbulkan proses regenerasi kegiatan produksi menjadi tidak lancar. Akibatnya ada masa tunggu yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Langkah – langkah yang akan dan telah dapat ditempuh pemerintah untuk mengatasi hal ini adalah :

  1. Langjah pertama,meninjau kembali system pendidikan di Indonesia yang masih bersifat umum ( general ) untuk dapat disesuaikan lagi dengan disiplin ilmu yang lebih sesuai dengan tuntutan pembangunan
  2. Menciptakan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih mendukung langkah pertama

Adapun sasaran kebijakan tenaga kerja di Indonesia meliputi hal – hal berikut :

  1. Memperluas lapangan kerja untuk dapat meyerap pertambahan angakan pekerjaan baru dan mengurangi tingkat pengangguran
  2. Membina angkatan kerja baru yang memasuki dunia kerja melalui latihan keterampilan
  3. Membina dan melindungi para pekerja melalui mekanisme hubungan kerja yang dijiwai oleh Pancasila dan UUD 1945 ( Hubungan Industrial Pancasila )

 

  1. D.     INVESTASI

Upaya – upaya tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan investasi pembangunan tersebut adalah :

  1. Lebih mengembangkan ekspor komoditi non – migas sehingga secara absolute dapat meningkatkan penerimaan pemerintah dari sector luar negeri
  2. Mengusahakan pinjaman dari luar negeri yang memiliki syarat lunak serta menggunakan untuk investasi yang menjadi prioritas
  3. Menciptakan iklim investasi yang menarik dan aman bagi pemodal asing
  4. Lebih menggiatkan dan menyempurnakan system perpajakan dan perkreditan terutama untuk kredit golongan ekonomi lemah aga mereka secepatnya dapat berjalan bersama dengan pengusaha besar

 

 

BAB 4

STRUKTUR PRODUKSI, DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN KEMISKINAN

 

  1. A.        PENDAPATAN NASIONAL

 

Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai suatu angka atau nilai yang menggambarkan seluruh produksi, pengeluaran, ataupun pendapatan yang dihasilkan dari semua pelaku ekonomi dari suatu Negara.

 

  1. a.      Menghitung pendapatan nasional Indonesia dengan pengan pendekatan produksi ( GDP )

GDP ( Gross Domestic Product ) atau produk domestic bruto adalah pendapatan nasional yang nilainya dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh kegiatan produksi yang dilakukan oleh semua pelaku sector ekonomi di indonesia dalam kurun waktu tertentu. Dalam perhitungan tersebut jangan sampai terjadi penghitungan ganda ( double counting ) yang dapat menyebabkan pendapatan nasional ( GDP ) Indonesia tampak lebih besar karena dapat mengakibatkan seolah – olah Negara Indonesia sudah cukup maju dan makmur dilihat dari GDP yang tampak besar.

Untuk menghitung GDP dapat menggunakan 2 cara. Pertama, GDP dihitung hanya dari nilai akhir dari suatu produk saja.misalnya untuk industry otomotif, hasil akhirnya ( mobil ) yang akan dihitung.

  1. b.      Menghitung pendapatan nasional Indonesia dengan Pendekatan Pengeluaran ( GNP )

 

GNP ( Gross National Product ) adalah pendapatan nasional yang nilainya diperoleh dengan cara

menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh semua pelaku sector ekonomi berwarga negara Indonesia dengan kurun waktu tertentu. Cara memperoleh nilai GDP berbeda dengan GNP. Jika GDP dibatasi oleh wilayah, maka GNP dibatasi oleh kewarganegaraan karena konsep yang digunakan ialah konsep kewarganegaraan.

 

 

  1. Menghitung pendapatan Nasional Indonesia dengan pendekatan pendapatan ( NI )

 

NI ( National Income ) adalah pendapatan nasional yang nilainya didapat dengan cara

menjumlahkan semua hasil pendapatan yang diperoleh semua pelaku / sector ekonomi di Indonesia

dengan kurun waktu tertentu. Nilai NI di kalangan akademis dinotasikan dengan Y.

 

  1. d.      Pendapatan nasional yang siap dibelanjakan ( Y disposable )

 

Yang dimaksud dengan pendapatan nasional ( Y ) disposable adalah pendapatan nasional yang telah siap untuk dibelanjakan dimana nilai Y ini berasal dari NI ( National Income ) setelah ditambah dengan pengeluaran pemerintah berupa transfer / subsidi dan kemudian dikurangi dengan pajak langsung yang ditetapkan oleh pemerintah. Jika ditulis dalam formula, nilainya diperoleh dari :

 

Y disposable = NI + Tr – Tx langsung

 

Keterangan :

Tr = Governement Transfer, Subsidi Pemerintah

Tx = Pajak langsung

 

  1. e.       Y pribadi

Pendapatan nasional pribadi adalah pendapatan nasional disposable yang telah dikurangi dengan pajak pribadi. Dihitung dengan formula :

            Yp = Yd – Tx pribadi

            Keterangan :

            Yp = Pendapatan Nasional pribadi

            Yd = Pendapatan Nasional diposable

  1. f.        Pendapatan Nasional Per Kapita

 

Pendapatan per kapita per tahun biasanya digunakan sebagai salah satu indicator akhir dalam melihat kemajuan pertumbuhan perekonomian suatu Negara. Pendapatan per kapita ini di diperoleh dengan membagi pendapatan nasional ( GNP atau GDP ) dengan jumlah penduduk di suatu Negara ( Indonesia ).

 

  1. B.     KEMISKINAN

 

Indonesia memiliki trilogy pembangunan yang didalamnya ada poin pemerataan dimana trilogy pembangunan ini diciptakan untuk masalah kemiskinan. Walau sampai saat ini rakyat yang dalam kemiskinan masih cukup besar ( +/- dari 100 orang Indonesia 11 – 12 diantaranya masih miskin ). Namun upaya untuk mengentaskan kemiskinan terus dijalankan seperti adanya program IDT ( Inpres Desa Tertinggal ) dan kemitraan denga pengusaha besar maupun kecil yang dicanangkan pemerintah.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s