Peringkas – NPM Andrianto Chandra – 20212849
Tanggal 28 Mei 2014
Topik Perlindungan Hukum Bagi Perusaan Lembaga Pembiayaan Selaku Kreditor Terhadap Musnah atau Dialihkannya Objek Jaminan Fidusia

 

Penulis Yoan Budianto
Tahun 2012

 

Landasan Teori Jurnal yang ditulis oleh Yoan Budiato ini memiliki landasan teori yang berawal dari Berhutang adalah hal yang dihindari oleh sebagian besar orang. Kekhawatiran tidak bisa membayar tepat pada waktunya dan kewajiban membayar bunga yang dibebankan oleh kreditor tidak dapat dipenuhi oleh debitor. Istilah Pefrjanjian Kredit pertama kali dikemukakan dalam Instruksi Presidium Kabinet No. 15/EK/10/1996 jo SE Bank Negara Indonesia Unit I No. 2/UPK/Pemb/1966 Tentang Pedoman Kebijaksanaan di Bidang Perkreditan.
Metode dan Subjek Jurnal yang ditulisakan oleh Yoan Budianto menggunakan metode yang membandingkan antara 1 undang – undang dengan undang – undang yang lainnya dengan maksud agar mendapat pemahaman yang lebih tepat. Jurnal ini menempatkan Yayasan sebagai Subjek dalam wajib Daftar Perusahaan setelah Yayasan itu didirikan.
Pembahasan Dalam jurnal ini Yoan Budianto membahsa tentang Pengalihan hak atas piutang yang dijaminkan dengan fidusia mengakibatkan beralihnya demi hukum segala hak dan kewajiban penerima fidusia kepada Kreditor baru (cessionasi). Beralihnya fidusia harus didaftarkan oleh kreditor baru kepada Kantor Pendaftaran Fidusia.

Pemberi fidusia dapat mengalihkan benda yang menjadi objek jaminan fidusia dengan cara yang lazim digunakan dalam usaha perdagangan. Ketentuan ini tidak berlaku apabila debitor cidera janji dengan mengalihkannya pada pihak ketiga tanpa memberitahukan pada penerima fidusia.

Benda yang menjadi objek jaminan fidusia yang telah dialihkan wajib diganti pemberi fidusia dengan objek setara. Apabila pemberi fidusia cidera janji maka hasil pengalihan dan atau tagihan yang timbul karena pengalihan demi hukum menjadi objek jaminan fidusia sebagai ganti dari objek jaminan fidusia yang dialihkan. Ketentuan tersebut menegaskan kembali bahwa pemberi fidusia dapat mengalihkan objek jaminan fidusia yang berupa benda inventori. Namun demikian untuk menjaga kepentingan penerima fidusia, maka benda yang dialihkan tersebut wajib diganti dengan objek yang setara. Yang dimaksud “mengalihkan” antara lain menjual atau menyewakan dalam rangka kegiatan usahanya, sedangkan yang dimaksud dengan “setara” tidak hanya nilainya tetapi juga jenisnya, serta yang dimaksud dengan “cidera janji” adalah tidak memenuhi prestasi baik yang berdasarkan perjanjian pokok (perjanjian kredit), perjanjian fidusia maupun perjanjian jaminan yang lain.

Dalam jaminan fidusia, pengalihan hak kepemilikan dimaksudkan sematamata sebagai jaminan bagi pelunasan utang, bukan untuk seterusnya dimiliki oleh penerima fidusia sebagaimana dimaksud pada Pasal 33 Undang-Undang Jaminan Fidusia maka setiap janji yang memberikan kewenangan kepada penerima fidusia untuk memiliki benda yang menjadi objek jaminan fidusia apabila debitor cidera janji, adalah batal demi hukum.

Pengertian perlindungan hukum adalah suatu perlindungan yang diberikan terhadap subyek hukum dalam bentuk perangkat hukum baik yang bersifat preventif maupun yang bersifat represif, baik yang tertulis maupun tidak tertulis.

Perlindungan yang diberikan oleh pemerintah dengan tujuan untuk mencegah sebelum terjadinya pelanggaran. Hal ini terdapat dalam peraturan perundang-undangan dengan maksud untuk mencegah suatu pelanggaran serta memberikan rambu-rambu atau batasan-batasan dalam melakukan suatu kewajiban. Perlindungan yang di berikan oleh pemerintah untuk melindungi kreditor yang bersifat preventif menggunakan 2 sistem yaitu : sistem pendaftaran jaminan fidusia dan mengansuransikan objek jaminan. Dengan kedua sistem ini diharapkan dapat memberikan jaminan perlindungan kepada kreditor terhadap musnah atau dialihkannya objek fidusia.

Karena Jaminan Fidusia memberikan hak kepada penerima fidusia (kreditor) untuk tetap menguasai benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia berdasarkan kepercayaan, maka diharapkan sistem pendaftaran yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pendaftaran Jaminan Fidusia dan Biaya Pembuatan Akta Jaminan Fidusia dapat memberikan jaminan kepada pihak penerima fidusia dan pihak yang mempunyai kepentingan terhadap benda tersebut. Berdasarkan hal tersebut dan untuk melaksanakan Pasal 5 ayat (2) dan Pasal 13 ayat (4) Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, perlu diatur tata cara pendaftaran Jaminan Fidusia dan Biaya pembuatan Akta Jaminan Fidusia.

Pendaftaran Jaminan Fidusia memberikan jaminan kepastian hukum kepada pihak yang berkepentingan dan pendaftaran Jaminan Fidusia memberikan hak yang didahulukan (Preferen) kepada penerima fidusia terhadap kreditor lain. Di samping itu pendaftaran Jaminan Fidusia merupakan salah satu wujud dari asas publisitas. Dengan ketentuan agar mendaftarkan jaminan fidusia akan memberikan perlindungan kepada kreditor terhadap dialihkannya objek jaminan fidusia kepihak ketiga tanpa sepengetahuan kreditor.

2. Mengansuransikan objek fidusia

Terkait dengan suatu perjanjian pada dasarnya akan menimbulkan kewajiban bagi para pihak untuk memenuhi prestasi. Jika debitor tidak melakukan apa yang dijanjikannya, maka ia disebut wanprestasi. Jika pihak kreditor yang lalai akan kewajibannya, maka ia disebut mora creditor. Risiko merupakan suatu akibat dan suatu keadaan yang memaksa (Overmacht) sedangkan ganti rugi merupakan akibat dari wanprestasi.

b. Perlindungan Hukum Represif

Perlindungan hukum represif merupakan perlindungan akhir berupa sanksi seperti denda, penjara, dan hukuman tambahan yang diberikan apabila sudah terjadi sengketa atau telah dilakukan suatu pelanggaran.

Di dalam UUJF terdapat larangan jelas yaitu dalam Pasal 23 ayat

(2) untuk mengalihkan, menggadaikan atau menyewakan kepada pihak lain benda yang menjadi objek jaminan fidusia yang bukan merupakan benda persediaan, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penerima Fidusia. Pelanggaran larangan tersebut di ancam dengan pidana penjara dan denda, ancaman pidana tersebut adalah konsekuensi dari pengalihan hak kepemilikan atas benda yang menjadi objek jaminan fidusia dengan cara constitutum possessorium.

Kesimpulan

 

Berdasarkanpembahasan atas permasalahan yang dikemukakan untuk diteliti, maka dapat disimpulkan bahwa :

a. Perlindungan hukum bagi kreditor dalam perjanjian pembiayaan

konsumen baik terhadap masalah musnah atau dialihkannya objek jaminan fidusia ada yang bersifat preventif dan represif. Perlindungan yang di berikan oleh pemerintah untuk melindungi kreditor yang bersifat preventif menggunakan 2 sistem yaitu : sistem pendaftaran jaminan fidusia dan mengansuransikan objek jaminan. Sedangkan yang bersifat represif dengan pengaturan ancaman pidana bagi debitor yang mengadaikan atau mengalihkan objek jaminan fidusia tanpa seijin kreditor sebagaimana diatur dalam pasal 36 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tetang Jaminan Fidusia.

b. Pengaturan tanggung jawab debitur terhadap benda jaminan fidusia yang musnah atau dialihkan dalam suatu perjanjian pembiayaan konsumen menurut Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia adalah debitur tetap bertanggung jawab. Bentuk pertanggungjawaban itu adalah mengembalikan pinjaman kredit. Jika benda objek jaminan fidusia diasuransikan maka akan dilunasi oleh perusahaan asuransi dimana benda jaminan fidusia diasuransikan sesuai dengan isi perjanjian. Apabila masih ada utang yang belum dibayar setelah dikurangi oleh uang dari klaim ansuransi maka debitor wajib melunasinya. Jika benda jaminan fidusia tidak diasuransikan maka debitur bertanggung jawab penuh mengembalikan pinjaman kredit. Hal ini dikarenakan debitur telah terikatdalam perjanjian kredit dengan pihak kreditor, walaupun benda jamian fidusia musnah atau dialihkan.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s